Cari Blog Ini

Memuat...

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 02 Januari 2012

Persyaratan menjadi Anggota IPSI.




logo ipsiBagi perguruan yang berminat/berkeinginan untuk mendaftarkan keanggotaan ke IPSI,
berikut ini kutipan dari Anggaran Rumah Tangga IPSI, yang bisa berguna.
(informasi dari mas Agus Winarno – batam)
Pasal 4
Organisasi dan/atau perguruan pencak silat Anggota Biasa IPSI terdiri dari :
  1. Keanggotaan IPSI Pusat.
  2. Keanggotaan IPSI Provinsi.
  3. Keanggotaan IPSI Kabupaten / Kota.
  4. Keanggotaan IPSI Kecamatan.

Pasal 5
Persyaratan bagi organisasi dan/atau perguruan pencak silat menjadi Anggota Biasa IPSI yaitu :
  1. Untuk menjadi anggota IPSI Kecamatan, organisasi dan/atau perguruan pencak silat yang bersangkutan mempunyai anggota aktif sekurang-kurangnya 25 orang.
  2. Untuk menjadi anggota IPSI Kabupaten / Kota, organisasi dan/atau perguruan pencak silat yang bersangkutan mempunyai jumlah Kecamatan sekurang-kurangnya seperempat (1/4) dari jumlah IPSI Kecamatan yang terdapat di wilayah kerja IPSI Kabupaten / Kota bersangkutan. Ketentuan ini tidak berlaku bagi Kabupaten / Kota yang belum mempunyai IPSI Kecamatan dan hanya ada satu (1) organisasi dan/atau perguruan pencak silat di wilayahnya, organisasi dan/atau perguruan pencak silat bersangkutan dapat secara langsung mendaftar menjadi anggota IPSI Kabupaten / Kota yang terkait.
  3. Untuk menjadi anggota IPSI Provinsi, organisasi dan/atau perguruan pencak silat yang bersangkutan harus mempunyai jumlah Cabang yang seluruhnya telah menjadi anggota IPSI Kabupaten / Kota sekurang-kurangnya setengah (1/2) dari jumlah IPSI Kabupaten / Kota yang terdapat di wilayah kerja IPSI Provinsi bersangkutan.
  4. Untuk menjadi anggota IPSI Pusat, organisasi dan/atau perguruan pencak silat yang bersangkutan harus mempunyai jumlah Wilayah dan/atau Cabang yang seluruhnya telah menjadi anggota IPSI Provinsi sekurang-kurangnya pada 10 dan/atau setengah (1/2) + satu (1) IPSI Provinsi.
Pasal 6
Dalam memenuhi persyaratan untuk mendapatkan keanggotaan IPSI, organisasi dan/atau perguruan pencak silat harus :
1. Mengisi formulir yang dapat diperoleh dari pengurus IPSI setempat dan menyerahkan kembali bersama dengan lampiran-lampiran lain, yaitu :
a. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi dan/atau perguruan yang sejiwa dan selaras dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IPSI.
b. Penjelasan tentang sumber aliran dan sejarah berdirinya organisasi dan/atau perguruan pencak silat bersangkutan.
c. Susunan pengurus dan jumlah anggota.
d. Surat pernyataan kesanggupan menjunjung tinggi nama dan kehormatan IPSI dan mendukung serta berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kebijakan dan program IPSI.
2. Formulir yang telah diisi dan lampiran-lampirannya sebagaimana disebut pada Ayat 1 di atas diserahkan kepada pengurus IPSI yang bersangkutan, yaitu :
a. Untuk keanggotaan IPSI Pusat kepada PB IPSI.
b. Untuk keanggotaan IPSI Provinsi kepada Pengprov IPSI.
c. Untuk keanggotaan IPSI Kabupaten / Kota kepada Pengkab / Pengkot IPSI.
d. Untuk keanggotaan IPSI Kecamatan kepada Pengcam IPSI.
3. Pengurus IPSI yang bersangkutan melakukan penilaian terhadap kebenaran syarat-syarat dan pengisian formulir keanggotaan IPSI dan lampiran-lampiran yang telah ditentukan.
4. Apabila semua syarat dan formulir keanggotaan IPSI beserta lampirannya dinilai cukup benar, maka organisasi dan/atau perguruan pencak silat yang bersangkutan diberi sertifikat (surat keterangan) keanggotaan IPSI. Duplikat sertifikat tersebut dikirim kepada pengurus IPSI setingkat di atasnya dan kepada PB IPSI.
Semoga informasi ini bisa membantu


Jan 27th, 2011 | By | Category: Information Visited 187 times, 1 today [ in English

Minggu, 01 Januari 2012

Anggota IPSI


  •  Persinas ASAD 
  • IKS.PI Kera Sakti
  • TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH
  • KPS Nusantara
  • Kelatnas Perisai Diri
  • Pashadja Mataram
  • PerPI Harimurti
  • Perisai Putih
  • Putra Betawi
  • Persaudaraan Setia Hati/PSH
  • Persaudaraan Setia Hati Terate/PSHT
  • Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo Madiun/PSHTMW/PSHW
  • Persaudaraan Setia Hati Organisasi/PSHO
  • PS Nusantara
  • PS Yusika
  • Ikatan Pencak Silat Nahdhatul Ulama / Pagar Nusa
  • Pencak Silat Tenaga Dalam SUNAN KALIJAGA
  • Merpati Putih
  • Mawar Putih
  • Persaudaraan Rasa Tunggal
  • Ki Ageng Pandan Alas
  • Persatuan Hati
  • Pencak Silat Cempaka Putih
  • HASDI
  • Gubug Ramaja
  • Tadjimalela
  • Satria Muda Indonesia
  • Seni beladiri SABANDAR KARIMADI
  • PERISAI
  • Trisusila
  • Ikatan Pencak Silat Nur Harias

Rabu, 21 Desember 2011

Tewasnya Pendekar Karena Tendangan di Paru-paru



BOKONEGORO, MINGGU – Untuk kesekian kalinya, siswa yang mengikuti latihan bela diri di perguruan persilatan menjadi korban. Kali ini seorang pendekar dari Persilatan Setia Hati Teratai (PSHT) tewas dengan kondisi luka mengenaskan di bagian dada.
Belum diketahui sejauh ini, penyebab dari tewasnya Joko Purnomo (17) warga Desa Gading, Kecamtan Tambakrejo, Bojonegoro. Data yang dihimpun, Minggu (4/4/2010) menyebutkan, jika korban tewas saat mengikuti latihan kenaikan tinggkat di PSHT.
Dari hasil pemeriksaan sementara ini, korban tewas dengan luka memar pada dada luar dan juga luka memar di paru-paru kanannya. Sebelum tewas, korban bersama 30 siswa lainnya mengikuti ujian kenaikan tingkat di PSHT Tambakrejo.
Sebelumnya, Joko hanya menyandang predikat sabuk merah jambu. Ujian kenaikan tingkat kali ini untuk mendongkrak sabuk korban menjadi ke tingkat sabuk hijau. Sehingga, ia harus melewati beberapa ujian dalam pengambilan sabuk tersebut.
Saat perjalanan dalam ujiananya, yang bersangkutan tiba-tiba mengaku sakit dan ia muntah-muntah. Mengetahui kondisi Joko seperti itu, pelatih yang mendampingi korban, Mindarto, lansung memanggilkan mantri puskesmas setempat.
Bukan malah membaik, tetapi kondisi korban semakin parah. Sehingga, mantri melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tambakrejo dan berusaha melarikan korban ke Puskesmas terdeat.
Namun nahas, saat dalam perjalanan menuju puskesmas, nyawa Joko tidak tertolong. Sehingga, ia menghembuskan nafas terakhir. “Belum diketahui penyebabnya, tetapi saat itu korban muntah-muntah. Sehingga, sama pelatih dipanggilkan mantri,” kata salah seorang temannya.
Sementara itu Kapolsek Tambakrejo, AKP Purwanto menjelaskan, sejauh ini pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti


Rabu, 23 November 2011

Pencak Silat Incar 10 Emas di SEA Games.


Jan 20th, 2011 | By | Category: Artikel Silat Visited 73 times, 1 today [ in English ]
20110513-sea-games2Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) mengincar sebanyak 10 medali emas dari 18 nomor yang dipertandingkan pada SEA Games 2011. Ketua Harian PB IPSI Muchdi PR mengatakan, target itu tidak terlalu berlebihan, karena Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah multieven negara-negara Asia Tenggara tersebut.
Sebagai tuan rumah, target kami jelas ingin juara umum di cabang pencak silat. Untuk itu, PB IPSI akan menyiapkan atlet-atlet terbaik untuk menghadapi SEA Games,” katanya usai menghadiri pembukaan Musyawarah Provinsi IPSI Jatim, Selasa (18/1/11).

Muchdi mengatakan, PB IPSI telah memanggil sebanyak 36 pesilat terbaik hasil kejuaraan dunia pada Desember 2010 untuk mengikuti program pemusatan latihan nasional (pelatnas).
Dari jumlah itu, nantinya akan dilakukan evaluasi dan sekitar April 2011 mengerucut menjadi 24 pesilat inti yang menjadi tim SEA Games,” tambahnya.
Sebanyak 24 pesilat tersebut, selanjutnya akan menjalani program latihan intensif di Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta, termasuk menjalani agenda uji coba ke luar negeri. Salah satu tempat tujuan uji coba adalah China.
“Olahraga beladiri apapun, salah satu faktor penentu untuk menjadi juara terdapat pada kecepatan atlet. Try out ke China tujuan untuk itu, mengasah kualitas atlet dalam hal kecepatan dan fisik,” tambahnya.
Menurut Muchdi, keberhasilan Indonesia menjadi juara umum Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Jakarta pada Desember 2010, merupakan modal berharga untuk menghadapi SEA Games.
Pada kejuaraan dunia yang diikuti sebanyak 40 negara itu, tuan rumah Indonesia berhasil meraih 10 medali emas, lima perak dan enam perunggu. Indonesia mengungguli pesaing kuatnya Vietnam yang merebut delapan emas, delapan perak dan tiga perunggu.
Vietnam masih akan menjadi pesaing utama Indonesia dalam perebutan emas SEA Games mendatang,” ujarnya.
Ketua Umum Pengprov IPSI Jatim Soekarwo menyatakan optimistis pesilat Indonesia bisa kembali berjaya dan merebut juara umum pada SEA Games mendatang.
Kami berharap pesilat Jatim yang dipanggil pelatnas, mampu memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia dengan menyumbangkan medali emas,” katanya.
Dari 36 pesilat yang dipanggil ikut pelatnas, Jatim menyumbangkan sebanyak delapan pesilat dan beberapa di antaranya merupakan peraih medali emas pada Kejuaraan Dunia 2010

Senin, 14 November 2011

Dua Perguruan Silat Terlibat Tawuran


 

indosiar.com, Jombang -
(Senin, 14.11.2011) Ratusan orang dari dua perguruan pencak silat di Jawa Timur terlibat tawuran massal. Tawuran terjadi di jalan raya Kabuh Bojonegoro, Minggu siang. Tawuran terjadi saat anggota perguruan silat Kera Sakti pulang dari pengukuhan anggota baru di Madiun dan diserang kelompok perguruan silat Setia Hati Teratai. Akibatnya 6 orang pendekar terluka terkena sabetan senjata tajam.

Mereka baru saja terlibat aksi tawuran antar dua perguruan silat Setia Hati Teratai dengan perguruan Kera Sakti asal Lamongan. Bentrokan terjadi di jalan raya Kabuh di Desa Klubuk, Kecamatan Kabuh, Jombang. Polisi sempat mengejar mereka hingga kedalam hutan. Untuk meredam tawuran terus berlanjut, ratusan anggota perguruan silat Kera Sakti terpaksa diamankan di markas Satuan Radar 222 Kabuh, Jombang.

Mereka diberi pembinaan dan didata. Dari tangan mereka, polisi menemukan sebilah pedang, pisau, ketapel dan double stik. Akibat tawuran ini mengakibatkan 7 truk yang ditumpangi kelompok silat Kera Sakti mengalami pecah kaca dibagian depan.
Selain itu petugas juga berhasil mengamankan seorang anggota silat Setia Hati Teratai yang menyusup ke kelompok silat Kera Sakti. Tawuran ini terjadi saat 7 truk yang ditumpangi anggota silat Kera Sakti asal Lamongan sedang berjalan pulang dari Madiun mengikuti acara pengukuhan anggota baru. Saat melintas didaerah Kabuh, Jombang, dengan dikawal polisi, tiba-tiba diserang ratusan anggota perguruan silat Setia Hati Teratai. Mereka menyerang menggunakan pedang, bom molotov dan batu dan akhirnya kedua belah pihak saling terlibat tawuran massal.

Bahkan untuk membubarkan tawuran, polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan berkali-kali. Sementara itu Kapolres Jombang berjanji akan mengusut tuntas aksi tawuran ini. Akibat tawuran, 6 orang dari perguruan Kera Sakti terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Jombang karena terkena sabetan senjata tajam.

Selasa, 08 November 2011

IPSI Jatim Incar Juara Umum


Kamis, 14 Jul 2011 - 10.45 WIB
logoipsi
Pengurus IPSI Jatim mematok target juara umum di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat di Riau, 20-25 Juli mendatang. Meski banyak atlet andalan yang cedera namun obsesi tersebut tetap tergantung tinggi.
Ketua Umum IPSI Jatim Rasiyo mengatakan, jika target juara umum tak berlebihan jika melihat prestasi yang diukir selama ini, “Jatim masih menjadi barometer silat di Indonesia. Untuk itu kita harus mampu menjadi juara umum di Kejurnas. Apapun kondisinya saat ini, saya yakin bisa, “ ujarnya saat pelepasan kontingen di Aula Dispora Jatim, Rabu (13/7).
Untuk mencapai target juara umum, Jatim mematok minimal empat medali emas dari 21 nomor yang dipertandingkan. Empat medali emas ini sama dengan prestasi Jatim ketika merebut juara umum di PON XVII/2008 Kaltim. “Jika melihat persiapan selama, kita bisa mendapatkan hasil yang sama dengan PON lalu, “ tegasnya.
Prestasi Jatim di pencak silat nasional memang membanggakan. Selain juara umum PON 2008, uji coba terakhir melawan penghuni pelatnas proyeksi SEA Games pun mampu mendominasi. “Setidaknya dengan status juara umum, motivasi kita bisa berlipat di ajang Pra PON di NTB mendatang,” cetus Rasiyo.
Di kejurnas, Jatim membawa 22 pesilat terbaik. Berintikan pesilat puslatda Jatim 100 Jilid II, pesilat lapis kedua dari hasil Kejurda juga disertakan. Namun untuk lapis kedua, tidak ada target berlebih dari IPSI Jatim. Mereka hanya diplot untuk menambah jam terbang. “Kami sih berharap lapis kedua juga bisa member kejutan,” harap Rasiyo.
Pesilat andalan Jatim yang diharapkan mampu meraih pundit-pundi emas Kejurnas datang dari empat pesilat Jatim yang diproyeksikan membela merah putih di SEA Games 2011 mendatang. Mereka adalah Mulyono yang tampil di kelas F, Pranoto (kelas H ), dan pasangan ganda putra di nomor seni, Mohammad Yusuf dan Hamdani.
Selain itu Herihono yang terbuang dari skuad pelatnas masih terbuka meraih juara di ke kelas G.
Bagi Herihono, ajang Kejurnas ini bakal menjadi pembuktian jika dirinya masih layak menghuni Pelatnas. Sebelumnya, pesilat yang akrab dipanggil Brono itu sempat dicoret dari Pelatnas dengan alasan jelas.
“Di laga ujicoba melawan Pelatnas lalu saya bisa menang. Sekarang di ajang resmi saya juga akan buktikan masih terbaik di kelas G,” tandasnya.
Sementara manajer tim Silat Jatim Supratomo, mengatakan akan berusaha memenuhi target juara umum meski ada beberapa atlet yang menjadi andalan Jatim tidak bisa turun ke kejurnas karena cedera.
“Sebenarnya ada pesilat terbaik kita yang tidak bisa turun karena cedera. Kita tidak paksakan karena sebentar lagi juga akan ada Pra PON, tapi kita masih optimis meraih juara umum. “ katanya.

Oleh: Hadi Pudjiantoro - Editor: Masruroh

Bupati Bangga Prestasi IPSI


PDF Cetak E-mail
SIAK – Bupati Siak, Arwin AS, SH merasa bangga atas raihan prestasi yang diraih Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Pencak silat (IPSI) Kabupaten Siak. Khususnya prestasi tampil di pentas dunia, Desember mendatang.

“Sangat bangga. Tampil dihadapan Presiden dan dihadapan banyak perwakilan Negara dunia. Tentu tidak mudah mendapatkan ini semua. Makanya tidak salah kita menjadikan cabang olahraga silat sebagai andalan,” ucap Arwin, selepas acara sosialisasi tahapan Pemilukada di gedung DPRD Siak, Selasa (2/11).

Kata Arwin, kebanggaan ini juga merupakan kebanggaan bagi masyarakat Siak pada umumnya. Karena itu, masyarakat juga harus memberikan dukungan kepada IPSI Siak.

Terkait pernyataan Ketua Pengkab IPSI Siak, Irwan Priyatna, S.Si bahwa keberhasilan IPSI karena dukungan dirinya sebagai Bupati, Arwin menjawab, bahwa sebetulnya bukan hanya karena dirinya namun juga karena para pelakunya sendiri. Mulai dari pengurus, Pembina dan para atlitnya. Sebab, tanpa upaya dan usaha yang sungguh-sungguh dari masing-masing pihak, tentu dukungan yang diberikan tidak berarti.

Ungkap Arwin, sebagai Kepala Bupati, pada prinsipnya, ia selalu mendukung semua organisasi. Bukan saja bidang olahraga tetapi juga lainnya, selama memang bertujuan untuk nama baik kabupaten Siak di tingkat lokal, nasional maupun International.

Arwin juga menginginkan tampilan IPSI Siak dalam kejuaraan silat Dunia betul-betul maksimal sehingga dapat mengharumkan nama Kabupaten Siak di kancah Internasional, termasuk Provinsi Riau dan Indonesia.